tinggalan arkeologi

TINGGALAN ARKEOLOGI

Nama Situs : Benteng Tanah Tanjung Uringan
Kawasan : Tanjung Uringan
Desa/Kelurahan : Kota Bangun Ulu
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Benteng
Bahan : Tanah
Luas : 50 m2
Dating : Abad XVIII – XIX
Metode Dating : Keramik
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Benteng pertahanan ini dibuat oleh Awang Long, pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahudin (sekitar tahun 1830). Benteng yang dibuat berupa benteng tanah dengan parit memanjang kea rah Barat Laut – Tenggara dengan kedalaman parit 2-3 m, lebar 8,5 m dan panjang kurang lebih 150 m. Saat ini kondisi parit tidak tampak lagi akibat erosi atau timbunan tanah. Disekitar benteng ditemukan beberapa makam islam yang diduga makam keluarga Awang Long. Lokasi benteng saat ini sebagian tertutup oleh hutan bamboo dan sebagian tergusur oleh pemukiman penduduk.
Sumber : Awang Sabirin

 
Nama Situs : Komplek Makam Kuno Sebulu Ilir
Kawasan : Sebulu Ilir
Desa/Kelurahan : Sebulu
Kecamatan : Sebulu
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 500 m2
Dating : 1911
Metode Dating : Tipologi Nisan dan Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran Sungai
Keterangan :
Kompleks makam islam ini sudah tidak dipergunakan lagi. Letak makam berada di tepi dermaga Sebulu. Bentuk nisam pada makam ada yang berbentuk pipih dan adapula yang berbentuk gada. Kedua bentuk nisan seperti ini dipakai dan berkembang di wilayah pantai Timur Kalimantan, Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau pada abad XIX – XX. Di lokasi tersebut juga ditemukan nisan berbentuk gada yang merupakan perpaduan antara nisan tipe Aceh dan Bugis, namun bentuknya lebih kaku.
Sumber : Survei

 
Nama Situs : Komplek Makam Kuno Sebulu Hulu
Kawasan : Sebulu
Desa/Kelurahan : Sebulu Hulu
Kecamatan : Sebulu
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 2.500 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Tipologi Nisan dan Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran Sungai
Keterangan :
Kompleks makam yang masih digunakan ini terletak di belakang langgar Al-Amanah Sebulu. Sebagian nisan ada yang berjirat da nada pula yang tidak. Bentuk nisan seperti dayung yang berkembang dibeberapa wilayah pantai Timur Kalimantan, Kalimantan Barat dan kepulauan Riau abad ke XIX-XX. Di lokasi tersebut juga ditemukan nisan berbentuk gada yang merupakan perpaduan antara nisan tipe Aceh dan Bugis, namun bentuknya lebih kaku. Salah satu makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat disebut makam Aleng, meskipun tokoh yang sebenarnya tidak dikeyahui lagi.
Sumber : survey

 

Nama Situs : Gua Sanggulang 5 Sebulu
Kawasan : Bukit Sanggulang
Desa/Kelurahan : Sanggulang
Kecamatan : Sebulu
Katagori : Gua Hunian
Bahan : Batu Kapur
Luas : 300 m2
Dating : Abad XVIII – XIX
Metode Dating : Pertanggalan Relatif Keramik
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Gua Sanggulan 5 merupakan jenis gua karst. Di dalam gua terdapat stalagtit dan stalagnit. Keadaan gua kering. Gua Sanggulang terletak di puncak Sanggulang. Menurut informasi masyarakat setempat, dahulu gua ini pernah dijadikan sebagai tempat penyimpanan harta hasil perompak yang melakukan perompakan pada kapal-kapal yang lewat di sungai Mahakam. Di dalam gua tersebut pernah ditemukan keramik Cina yang diperkirakan berasal dari abad XVIII-XIX dan kendi tembikar tanpa cerat. Saat ini kedua benda tersebut disimpan oleh penduduk setempat.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Arca Nandi Kota Bangun
Kawasan : Tanjung Uringan
Desa/Kelurahan : Kota Bangun
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Arca
Bahan : Batu Andesit
Luas : 2500 m2
Dating : Abad XIV – XVI
Metode Dating : Karbon
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Arca Nandi berukuran panjang 55 cm, tinggi 39 cm dan lebar 23 cm. Arca Nandi lebih dikenal sebagai batu berhala. Arca digambarkan dalam posisi duduk dengan dua kaki depan terlipat ke dalam dengan kondisi sudah aus. Bagian kepala arca telah hilang, tetapi badan sampai dengan ekor masih utuh. Ekor nandi digambarkan dalam posisi naik ke kanan melewati paha kanan dan ujung ekor berada di atas tubuh bagian belakang sebelah kanan. Arca ini duduk diatas lapik arca yang tidak rata dengan ukuran panjang 54 cm dan lebar 26 cm. Pada awalnya arca tersebut ditemukan dibagian Selatan SD 06 Kota Bangun yang juga dimanfaatkan sebagai kompleks makam yang dikenal sebagai Tanjung Uringan. Saat ini arca berada di dalam kompleks SD 06 Kota Bangun.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Rumah Bahari Kota Bangun Sebrang
Kawasan : Kota Bangun Sebrang
Desa/Kelurahan : Kota Bangun Sebrang
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 200 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Rumah terletak di tepi sungai Mahakam, berbentuk rumah panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu ulin. Ukuran rumah 8 x 15 mtr bagian depan teras rumah 2 meter. Beberapa bagian rumah memiliki hiasan seni bubud dan krawangan terutama pada bagian pagar dan atap.
Sumber : Awang Sabirin
Nama Situs : Makam Kota Bangun Ulu
Kawasan : Tanjung Uringan
Desa/Kelurahan : Kota Bangun Ulu
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 150 m2
Dating : 1292 H / 1878
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Kondisi makam tidak terawatt dan tidak dimanfaatkan untuk tempat pemakaman umum. Nisan-nisan ini sangat unik, merupakan perpaduan antara Aceh dan Bugis dengan ukiran lebar. Nisan yang baru dengan tipe ini tidak ditemukan di nisan tipe lain. Hiasan praba Majapahit yang terdapat pada nisan memperlihatkan pengaruh Jawa. Di dalam hiasan praba tersebut berinskripsi Arab. Nisan makam pipih, menunjukkan bahwa yang dimakamkan adalah seorang wanita. Di sekeliling nisan juga terdapat nisan-nisan yang lain, karena lokasi tersebut merupakan kompleks pemakaman lama.
Sumber : Awang Sabirin

 
Nama Situs : Makam Patih Manggala Bukit Rajak
Kawasan : Bukit Rajak
Desa/Kelurahan : Rajak
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 100.000 m2
Dating : Abad XIX
Metode Dating : Tipologi Nisan
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Terdapat makam Patih Manggala adalah tokoh legenda di daerah Kota Bangun. Nisan makam tersebut telah diganti dengan nisan-nisan berbentuk segi empat, naum nisan aslinya masih ddiletakkan di dekat nisan penggantinya. Pada nisan yang baru terdapat inskripsi seperti aksara India. Nisan pada makam terdapat bertipe Aceh. Makam ini masih berkaitan dengan Kerajaan Sribangun.
Sumber : survey

 
Nama Situs : makam Kota Bangun Sebrang
Kawasan : Kota Bangun Sebrang
Desa/Kelurahan : Kota Bangun Sebrang
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 200 m2
Dating : Abad XVIII – XIX
Metode Dating : Tipologi Nisan
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Nisan makam bertipe Aceh ini adalah nisan dari Syarifah Fatimah, salah satu penyebar Islam di Kota Bangun. Bentuk nisan pipih, umum digunakan untuk makam seorang wanita. Nisan makam ditemukan di tepi sungai yang merupakan urat nadi kehidupan masa lalu. Nisan seperti ini berkembang di Kalimantan, khususnya pada nisan di Kutai Kartanegara.
Sumber : awing Sabirin

 
Nama Situs : Situs Sedulang
Kawasan : Sedulang
Desa/Kelurahan : Sedulang
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 100 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Tipologi Nisan
Land Cover : Hutan
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Situs Sedulang berada di Desa Sedulang yang lokasinya 36 Km dari Kota Bangun, dapat ditempuh melalui jalur sungai Mahakam kea rah hilir sekitar 30 menit. Di desa ini terdapat nisan kuno yang dikenal sebagai Puan Taus, orang yang dianggap sakti oleh masyarakat Kutai lawas. Nisan makam yang ada di lokasi ini bertipe Bugis. Di sekelilingnya terdapat makam-makam lain, akan tetapi sudah rusak. Nisan makam berbentuk pipih, hal ini menandakan bahwa yang dimakamkan adalah seorang wanita. Nisan seperti ini berkembang di daerah Kalimantan, terutama di daerah dekat perairan.

 
Nama Situs : Situs Perian I
Kawasan : Perian
Desa/Kelurahan : Perian
Kecamatan : Muara Muntai
Katagori : Bangunan, Keramik, Perisai (kelembit)
Bahan : Kayu
Luas : 200.000 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Pertanggalan Relatif Keramik
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Merupakan sisa pemukiman periode Islam di daerah Muara Muntai. Pemukiman ini sekarang banyak mendapat pengaruh Melayu.Masyarakat keturunan Dayak di daerah ini sebagian besar memeluk agama Islam. Menurut keterangan Bapak Ibau, daerah ini dulu telah diislamkan oleh Mubalik Tunggang Parangan atau Mubalik Darah Putih, yang saat ini makamnya ditemukan di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. Sedangkan masyarakat yang tidak mau memeluk Islam mengungsi. Saat ini sebagian besar penduduk tersebut memeluk agama Nasrani. Pengarus Melayu di daerah ini tampak pada perubahan pola tata ruang rumah dan arsitektur. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar bekerja pada sector swasta di perkebunan kelapa sawit dan karet.

 
Nama Situs : Situs Perian 2
Kawasan : Perian
Desa/Kelurahan : Perian
Kecamatan : Muara Muntai
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 50 m2
Dating :
Metode Dating : Gaya Seni Nisan
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Dataran Sungai
Keterangan :
Merupakan makam Raja Leaname Ganja dan Isteri. Raja Ganja merupakan tokoh masyarakat Dayak Kenyah yang Berjaya sekitar 600 tahun yang lalu. Bukti kekuasaan Raja Ganja yang sampai sekarang masih disimpan oleh keluarga keturunan ke VII adalah perisai dari kayu. Di daerah ini masih ditemukan bekas pemukiman lama yang terletak disepanjang aliran sungai Prian, letaknya tidak jauh dari makam. Pada sisa pemukiman tersebut adanya fragmen keramik.
Sumber : Ibau (keturunan ke 7 Raja Ganja)

 
Nama Situs : Makam Islam Kahala I
Kawasan : Komplek Pemakaman Umum Kenohan
Desa/Kelurahan : Kahala
Kecamatan : Kenohan
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 200 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Tipologi Nisan
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Kompleks pemakaman merupakan tempat pemakaman umum kuna yang masih digunakan untuk pemakaman umum. Di dalam kompleks makam terdapat nisan-nisan berbentuk pipih da nada pula yang berbentuk gada. Nisan-nisan tersebut bentuknya amat sederhana. Nisan-nisan tersebut bertipe Bugis dan terbuat dari kayu. Kondisi makam saat ini tidak terawatt dan berada dekat dengan pemukiman. Sulit untuk meemberi penanggalan karena pada nisan-nisan tersebut tidak terdapat inskripsi. Oleh karena itu, dating hanya dapat dilakukan dengan melihat bentuk nisan.Berdasarkan ciri-ciri yang terdapat pada nisan, ddiduga nisan-nisan itu berasal dari awal abad ke XX. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut sehingga dapat diungkap.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Makam Islam Kahala 2
Kawasan : Kahala
Desa/Kelurahan : Kahala
Kecamatan : Kenohan
Katagori : Makam
Bahan : Batu Granit
Luas : 600 m2
Dating : Abad ke XX awal
Metode Dating : Tipologi Nisan
Land Cover : Hutan semak
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Merupakan kompleks makam Islam yang masih digunakan. Dalam kompleks makam ditemukan dua buah makam yang dianggap kuna oleh warga setempat. Masyarakat setempat tidak ada yang mengenali tokoh yang dimkamkan disana. Mereka hanya ingat bahwa kedua makam itu telah ada sejak mereka tinggal di wilayah itu. Kedua nisan makam itu dibuat ddari kayu dengan bentuk yang berbeda. Salah satu nisan berbentuk gada, sedangkan yang lain berbentuk pipih, menandakan bahwa yang dimakamkan adalah seorang wanita. Kedua makam itu nisannya telah ditambah dengan nisan dari batu berbentuk pipih dan bulat berhias. Berdasarkan cirinya,kedua nisan tersebut bertipe Bugis yang berkembang pad awal abad ke XX. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut sehingga dapat diungkap sejarahnya.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Rumah Bahari Kahala
Kawasan : Kahala
Desa/Kelurahan : Kahala
Kecamatan : Kenohan
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 0 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Merupakan sisa pemukiman awal desa Kahala. Dalam pemukina tersebut terdapat lebih dari 10 rumah kuno berasitektur rumah Banjar. Rumah berbentuk panggung, diatas sopi-sopi (layar) rumah terdapat hiasan. Pada bagian lisplang terdapat ukiran krawangan. Diperkirakan dibuat pada awal abad ke XX.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Bangunan Kolonial Sidomulyo
Kawasan : Hulu sungai Mahakam
Desa/Kelurahan : Sidomulyo
Kecamatan : Tabang
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu, Bata
Luas : 300 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Bangunan colonial yang didirikan di Tabang dimaksudkan untuk kantor eksplorasi pertambangan di daerah tersebut. Ada dua sisa bangunan colonial Sidomulyo, yang pertama untuk perkantoran, yang lainnya untuk bangunan hunian. Bangunan perkantoran berbentuk empat persegi panjang berukuran 5 x 25 mtr, memiliki 3 pintu, berlantai semen dan dua tangga naik di kiri dan kanan, sedangkan dindingnya disusun dari kayu. Bangunan hunian berbentuk rumah panggung dengan empat jendela besar di kiri dan nkanan pintu masuk. Seluruh bagian rumah disusun dari kayu dengan atap seng. Jarak kedua bangunan tersebut sekitar 50 mtr.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Makam Kelambu Kuning
Kawasan : Melayu
Desa/Kelurahan : Melayu
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 1500 m2
Dating : 1328 H
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Makam Sultan Adji Muhammad Alimoeddin, dan makam Aulia Panggeran Noto Igomo dan Isterinya AR. Radmining Puri. Nisan makam berada di dalam cungkup yang amat kokoh. Nisan makam berbentuk gada dengan lingkaran yang menunjukkan perpaduan antara nisan tipe Bugis dan Aceh.Nisan makam tipe seperti ini berkembang di Kalimantan, Riau Kepulauan dan Pantai Timur Sumatera. Sejak abad ke XVII nisan seperti ini sudah digunakan di hamper seluruh pantai Timur Sumatera. Disekitar makam terdapat makam kerabat Kesultanan lainnya. Saat ini kompleks tersebut tidak digunakan lagi sebagai tempat pemakaman umum.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Gedung Wanita
Kawasan : Panji
Desa/Kelurahan : Panji
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 468 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Pada masa lalu gedung ini merupakan gedung bioskop. Bangunan ini dibangun pada masa colonial. Pembangunan gedung ini hamper bersamaan dengan pembangunan Kraton Kutai Kartanegara ke-3. Gedung ini terdiri dari dua lantai, bagian bawah untuk penonton dan bagian atas untuk menembakkan gambar sorot. Arsitektur gedung bergaya oxidental. Saat ini bangunan tersebut lebih dikenal sebagai Gedung Wanita. Pada saat itu gedung dijadikan sebagai tempat resepri dan kegiatan kesenian.
Sumber : buku Pesona Budaya Kukar

 
Nama Situs : Kedaton Kutai Kartanegara
Kawasan : Panji
Desa/Kelurahan : Panji
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 0 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Kedaton adalah bangunan tempat tinggal resmi Sultan Salehuddin II dan tempat diselenggarakan berbagai acara resmi kesultanan. Di dalam Kedaton disimpan berbagai benda milik Sultan, seperti baju kebesaran Sultan, keramik dan foto-foto keluarga Kesultanan. Disamping itu, di dalam kedaton juga tersimpan peralatan upacara Adat Erau. Saat ini Kedaton Kutai Kartanegara dibuka untuk umum dan digunakan sebagai pusat Kebudayaan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sumber : Dinas Pariwisata Kab. Kukar

 
Nama Situs : Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin
Kawasan : Kedaton Kutai Kartanegara
Desa/Kelurahan : Panji
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 3.000 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Bangunan ini merupakan masjid tertua di Tenggarong, dibangun tahun 1923, pada masa Sultan Kutai Kartanegara ke XVII. Mesjid dipugar pada tahun 1929 oleh Aji Hasanoeddin yang bergelar Aji Pangeran Sosronegoro. Bangunan atap masjid terbuat dari sirap. Mesjid ditopang oleh empat buah tiang utama. Hingga saat ini kondisi masjid masih terawatt dengan baik dan dipergunakan untuk peribadatan oleh masyarakat Tenggarong dan sekitarnya.
Sumber : Dinas Pariwisata Kab. Kukar.

 
Nama Situs : Museum Mulawarman
Kawasan : Museum Mulawarman
Desa/Kelurahan : Panji
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 3.000 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Keraton Kerajaan Kutai Kartanegara sejak tahun 1976 hingga sekarang digunakan sebagai museum Mulawarman. Bangunan ini dibangun oleh belanda pada tahun 1936 sebagai tempat tinggal Sultam Parikesit. Setelah beralih fungsi jadi museum maka saat ini di dalam Kedaton Kutai Kartanegara di pajang berbagai benda koleksi milik museum, mulai dari masa prasejarah hingga Islam. Sebagai museum, Keraton Kerajaan Kutai Kartanegara ramai didatangi pengunjung baik domestic, maupun mancanegara.
Sumber ; laporan Penelitian 2006

 
Nama Situs : Kompleks Makam Kesultanan
Kawasan : Museum Mulawarman
Desa/Kelurahan : Panji
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu, Batu
Luas : 0 m2
Dating : 1208 H – 1317 (1798 – 1892)
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Kompleks makam raja-raja Kutai telah ada sejak Raja Aji Imbut atau H. Muhammad Muslihudin. Kompleks makam ini adalah kompleks makam Kesultanan Kutai Kartanegara mulai dari Sultan Muhammad Idris sampai dengan Sultan Parikesit. Sultan Muhammad Idris merupakan ssultan yang paling tua, wafat tahun 1208 H dan yang paling muda Sultan parikesit wafat 1312 H. Nisan-nisan makam tersebut sudah banyak yang diganti, bukan nisan aslinya lagi. Tipe nisan yang ada memperlihatkan tipe Aceh dan Bugis.
Sumber : laporan penelitian 2006

 
Nama Situs : Kompleks Makam Awang Long
Kawasan : Teluk Betangis
Desa/Kelurahan : Sukarame
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 0 m2
Dating : Abad XIX – XX
Metode Dating : Seni Hias Makam
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Makam ini diyakini sebagai makam Awang Long, seorang panglima kerajaan Kutai Kartanegara yang gugur ketika bertempur melawan Belanda. Nisan makam yang terdapat di desa Sukarame ini diletakkan di dalam cungkup, disisi sebelah Timur makam Awang Long terdapat makam seorang wanita, diduga makam istri Awang Long. Nisan makam berbentuk segi empat, semakin ke atas semakin kecil. Dibagian bawah terdapat gelang-gelang ukiran yang menghiasi nisan tersebut. Nisan makam tersebut merupakan modifikasi nisan tipe Bugis. Nisan makam hany ada satu, dibagian kepala. Nisan diletakkan di atas jirat yang terbuat dari kayu.
Sumber : survey

 
Nama Situs : Makam Al Banjari Gunung Lalang
Kawasan : Tenggarong
Desa/Kelurahan : Melayu
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 0 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Makam Abu Tholha Al Banjari, salah satu tokoh penyebaar agama Islam di Tenggarong. Nisan makam yang terdapat di dalam cungkup kompleks makam di Tenggarong ada dua. Di sebelah barat makam Tuan Muhammad Husin bin Abdurrahman, wafat 17 Maret 1956. Sementara di sebelah Timur adalah makam Syech Abu Tholhah Al Banjari, tidak dicantumkan tarikh wafatnya. Nisan makam berbentuk segi empat. Nisan makam ini tergolong baru dan biasa digunakan di Kalimantan Selatan seperti di kompleks makam di Martapura. Nisan makam diletakkan di atas Jirat. Semua nisan dan jirat dibuat dari kayu.

 
Nama Situs : Kompleks Makam P. Mangkunegoro
Kawasan : Timbau
Desa/Kelurahan : Timbau
Kecamatan : Tenggarong
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 0 m2
Dating : Abad XIX
Metode Dating : Seni Hias Makam
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Pangeran Mangkunegara adalah orang yang mengasuh dan mewakili ketika Sultan Parikesit masih kanak-kanak. Kompleks pemakaman berada di puncak bukit. Pada kompleks pemakaman itu, makam Pangeran Mangkunegara berada pada cungkup yang paling besar. Bentuk nian makam bukat gada dibuat dari kayu dengan tipe nisan bugis. Makam diberi jirat dari kayu. Panegaran Mangkunegara wafat pada tahun 1867. Disis sebelah timur makam Pangeran Mangkunegara terdapat makam ibunya, sedangkan disisi sebelah selatan terdapat makam Ulamanya. Di sekeliling makam juga terdapat makam pembesar-pembesar kesultanan lainnya.

 
Nama Situs : Situs Muara Kaman
Kawasan : Bukit Brubus
Desa/Kelurahan : Muara Kaman
Kecamatan : Muara Kaman
Katagori : Yupa
Bahan : Batu Andesit
Luas : 25 m2
Dating : Abad V
Metode Dating : Inskripsi Yupa
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Bergelombang
Keterangan :
Situs Muara Kaman yang terletak di desa Muara Kaman merupakan tempat temuan 7 buah prasasti yupa yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Sedangkan di Situs Muara Kaman hanya terdapat satu bakal yupa berukuran 2,6 mtr, terbuat dari batu andesit. Ketujuh Prasasti Yupa memberi informasi adanya kerajaan Hindu tertua di Nusantara (sekitar abad ke V) yang rajanya bernama Mulawarman. Di situs ini juga ditemukan makam ulama yang bernama Sabin Tulun. Pada tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Kukar mendirikan site museum untuk menyimpan semua temuan di sekitar lokasi tersebut.
Sumber : Sejarah Nasional Indonesia 2

 
Nama Situs : Runtuhan Candi Tanjung Serai
Kawasan : Tanjung Serai
Desa/Kelurahan : Muara Kaman
Kecamatan : Muara Kaman
Katagori : Batu Candi Tanjung Serai
Bahan : Batu dan Kayu
Luas : 100 m2
Dating :
Metode Dating :
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Sisa reruntuhan candi berupa bata dengan peripih candi dari batu putih. Candi ditemukan tidak jauh dari Kantor Kecamatan Muara Kaman. Arealnya berupa gundukan tanah yang tidak terlalu tinggi dan lebih dikenal dengan sebutaan Teposo. Temuan sejumlah bata dan peripih tersebut mengindisikasikan bahwa di daerah ini pernah didirikan sebuah bangunan pemujaan (candi)

 
Nama Situs : Pending Emas Kota Bangun
Kawasan : Kota Bangun Uku
Desa/Kelurahan : Kota Bangun Ulu
Kecamatan : Kota Bangun
Katagori : Perhiasan
Bahan : Emas
Luas : 400 m2
Dating :
Metode Dating :
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Temuan pada lokasi ini berupa pending emas yang ditemukan oleh penduduk sekitar tahun 1992. Saat ini pending tersebut disimpan di Museum Mulawarman. Pending ini terbuat dari emas 23 karat. Hiasan pada kaitannya berbentuk pucuk rebung dan bunga teratai pada gespernya, yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

 
Nama Situs : Makam Gunung Martapura
Kawasan : Gunung Martapura
Desa/Kelurahan : Muara Kaman Hulu
Kecamatan : Muara Kaman
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 62,500 m2
Dating : Abad ke XIX – XX
Metode Dating : Inskripsi Nisan
Land Cover :
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Kompleks pemakaman tersebut merupakan makam tua. Dari inskripsi yang ada pada nisan yang ada di sana, makam tertua dkiperkirakan berasal dari tahun 1895 (1315 H)

 
Nama Situs : Pemukiman Kristen Sungai Bawang
Kawasan : Tanah Datar
Desa/Kelurahan : Desa Sungai Bawang
Kecamatan : Muara Badak
Katagori : Makam
Bahan : Kayu
Luas : 400 m2
Dating : Abad XX
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Pemakaman ini terletak di lereng perbukitan di sebelah Timur Desa Sungai Bawang. Pemakaman tersebut adalah pemakaman Khatolik dan Protestan. Salib pada makam Protestan bagian tengahnya lebih dominan dibandingkan dengan salib Katolik yang polos. Yang menarik adalah bahwa ada salib yang dihiasi dengan burung Enggang, dan nada yang dihiasi patung harimau. Keduanya menjelaskan bahwa tokoh yang dimakamkan adalah keturunan ningrat (orang terpandang) pada masyarakat Dayak Kenyah yang disebut Paren. Patung burung Enggang menunjukkan bahwa yang dimakamkan adalah wanita, sedangkan harimau menunjukkan bahwa yang dimakamkan adalah laki-laki.
Sumber : Soendy Logas (Kepala Desa), Samuel Legi

 
Nama Situs : Masjid Al-Huda Marang kayu
Kawasan : Jl.Raya Samarinda Bontang KM 50
Desa/Kelurahan : Pelangat Selatan
Kecamatan : Marang Kayu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu,besi dan seng
Luas : 500 m2
Dating : Pertengahan abad XX
Metode Dating : Gaya arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Lereng perbukitan
Keterangan :
Masjid berbentuk tumpang 3 dengan hiasan mustaka di puncaknya. Pada sisi kanan terdapat menara berbentuk persegi empat dan puncaknya berbentuk kubah payung persegi delapan. Arsitektur masjid seperti ini banyak di jumpai di Jawa. Masjid saat ini masih digunakan oleh masyarakat sekitar.
Sumber : Survei

 
Nama Situs : Banguna colonial Loa kulu 1
Kawasan : Loa kulu
Desa/Kelurahan : Loa kulu kota
Kecamatan : Loa kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 250 m2
Dating : Kolonial Abad XIX-XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Kompleks bangunan tempat tinggal sekaligus kantor bagi perusahaan tambang batu bara masa colonial ini di kenal sebagai Magazine COMPLEX.Lokasi berada di tepi jalan raya antara Loa Kulu-Kutai Kartanegara KM 10. Kompleks perumahan yang berada di kanan dan kiri jalan kepemilikannya kini di tangan perorangan sehingga sebagian telah di hancurkan.Yang tersisa tidak lebih dari 10 unit saja.Adapun arsitektur rumah-rumah huniannya bergaya rumah panggung rendah dengan atap sirap dan pintu utama menghadap ke jalan raya. Rumah yang memiliki teras pada bagian depan ini sebagian besar bahan bangunannya terbuat dari kayu kecuali lantai teras dan pondasi/umpak rumah yang terbuat dari semen dan bata.
sumber: Kusno

 
Nama Situs : Bangunan colonial Loa Kulu 2
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 9 m2
Dating : Abad XIX-XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Bangunan ini terbagi menjadi dua bagian, satu bagian merupakan ruang kantor perusahaan tambang Belanda dan sisanya yang beratap kubah merupakan bangunan gudang logistik.Ada empat bangunan beratap kubah yang masing-masing memiliki panjang 31,5 meter dengan lebar 14 meter. Seluruh bangunan merupakan bangunan bata kecuali atapnya terbuat dari seng sedangkan kerangka atap menggunakan kayu. Kepemilikan bangunan saat ini berada di tangan PT. Kayu Mas Mulawarman yang bergerak dalam bidang pengolahan kayu lapis namun kondisinya sangat tidak terawat. Lokasi bangunan ini berada pada jalan antara Loa kulu-Tenggarong pada KM 10.
sumber : Survei

 
Nama Situs : Bangunan Kolonial Loa Kulu 3
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kerangka besi
Luas : 40,000 m2
Dating : Abad ke XIX-XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran Sungai
Keterangan :
Ada tiga unit bangunan dan hanya satu yang di beri dinding tembok sedangkan kedua unit bangunan lainnya di biarkan terbuka sebagai sebuah bengkel, konstruksi bangunan di rancang dengan bagian atap yang cukup tinggi (sekitar 5 meter) dan tiang-tiangnya serta kerangka atap menggunakan besi dan atap seng. Bangunan ini semula di fungsikan sebagai gudang dan bengkel kerja bagi perusahaan tambang Belanda. Namun kemudian di modifikasi untuk pabrik pengolahan kayu lapis milik PT. Kayu Mas Mulawarman. Saat ini masih tampak instalasi pipa-pipa yang di gunakan untuk menyalurkan air sungai Mahakam yang ke permukiman sedangkan mesin-mesin yang terdapat di bengkel ini tampaknya di gunakan untuk pengolahan kayu bukan tambang.
sumber : Survei

 

Nama Situs : Pelabuhan Kapal Loa Kulu
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 30,000 m2
Dating : Abad ke XIX-XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Lokasinya berada sekitar 50 meter di bagian belakang gudang (BKL 3), di tepi sungai Mahakam . Tidak tampak lagi sisa sebuah sebagai sebuah pelabuhan tambang,mungkin telah mengalami modifikasi ketika di gunakan untuk pabrik kayu yang tentunya tidak memerlukan ukuran yang besar. Konstitusi bangunan cukup sederhana hanya tiang-tiang kayu berukuran di atasberukuran di atas 30 cm di pasang berjajar kemudian di pasang lantai kayu di atasnya. Tiang-tiang kayu ini digunakan untuk menambatkan kapal yang bersandar. Kondisi bangunan saat ini sudah hancur di makan usia.
sumber : Survei

 

Nama Situs : Rumah Bahari Loa Kulu 1
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 100 m2
Dating : Abad ke XVIII-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Rumah bahari 1 ini berada di tepi jalan raya Loa Kulu Tenggarong KM 10.Rumah ini merupakan salah satu rumah bahari yang tersisa di sepanjang jalur jalan ini mengingat kepemilikannya di pegang oleh perorangannya sehingga banyak yang telah berubah. Saat ini tidak lebih dari 5 rumah bahari yang dapat dilihat di daerah ini, salah satunya adalah rumah bahari 1. Rumah ini memiliki arsitektur sebagai rumah bertingkat dengan pondasi terbuat dari tiang kayu demikian pula dengan seluruh bagian rumah. Atap rumah terbuat dari sirap mempunyai tipe panggang, aslinya rumah ini memiliki arah hadap ke sungai Mahakam. Model rumah seperti ini biasanya di bangun oleh komunitas etnis Cina.
sumber : Survei

 
Nama Situs : Rumah Bahari Loa Kulu 2
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 100 m2
Dating : Abad ke XIX-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Rumah bahari 2 terletak di tepi jalan raya antara Loa Kulu – Tenggarong Km 10. Rumah Bahari 2 berada tidak jauh dari Rumah Bahari 1. Rumah ini seluruhnya dibangun dari kayu, tiang-tiang pondasi pendek memang dirancang buka sebagai rumah panggung meskipun letaknya dekat dengan sungai Mahakam. Atap bertipe panggung dan dibuat dari sirap. Arsitektur Rumah bahari 2 memiliki ciri arsitektur rumah masyarakat Melayu yang biasanya pada bagian teras terdapat hiasan melengkung serta jendela semu pada bagian atap.

 
Nama Situs : Rumah Sakit Kolonial Loa Kulu
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Kayu
Luas : 1500 m2
Dating : Abad ke XVIII-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Rumah sakit ini dibangun oleh perusahaan tambang Belanda dimaksudkan untuk melayani kesehatan pegawai tambang. Tembok bangunannya dibuat dari bata, yang tampak cukup menonjol adalah bentuk tiang persegi empat yang sangat massif berukuran 30 x 30 cm. Saat ini banguna n tersebut berfungs sebagai Puskesmas Kecamatan Loa Kulu. Bangunan ini berada dibelakang Kantor Kecamatan Loa Kulu, jl. Mulyo Pranoto. Kondisi bangunan terawat.

 
Nama Situs : Tugu Pembantaian Jepang Loa Kulu
Kawasan : Loa Kulu

Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Tugu
Bahan : Beton, Bata
Luas : 100 m2
Dating : Abad XIX
Metode Dating : Inskripsi
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Tugu peringatan pembantaian Jepang ini dibangun pada bulan Juli 1946 sebagai peringatan terhadapperistiwa pembantaian yang dilakukan oleh tentara Jepang terhadap orang-orang yang mengetahui lokasi tambang batubara di daerah tersebut. Tercatat lebih dari 100 orang di bunuh di daerah ini. Tugu yang terbuat dari tembok bata ini memiliki dua bangian, pada bagian pondasi dibangun persegi empat yang dindingnya dihias oleh batu andesit beukuran besar sedangkan tugunya dibuat persegi empat yang mengecil pada bagian puncaknya. Di bagian depan tugu sebenarnya tertulis nama-nama korban pembantaian yang ditulis diatas lempeng kuningan. Namun saat ini lempengan tersebut telah hilang. Di bagian depan tugu terdapat tangga naik setinggi 10 meter namun kondisinya sudah cukup rusak pula. Saat ini tugu sudah dinyatakan sebagai bangunan BCB.

 
Nama Situs : Bangunan Kolonial Loa Kulu 4
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 200 m2
Dating : Abad ke XVIII-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Pemukiman
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Bangunan colonial ini berada di buit yang bagian depan bangunannya menghadap ke sungai Mahakam sehingga dapat melihat pergerakan kapal-kapal yang melintas di sungai tersebut. Rumah ini terbagi menjadi dua bagian. Rumah induk dengan teras yang disangga dua tiang tembok bata berukuran 10 x 10 cm. Sedangkan satu bagian lagi merupakan bangunan pendukung yang berjajar ke samping di bagian belakang rumah dan terdiri dari banyak kamar berukuran 3 x 3 mtr. Saat ini lahan yang menjadi lokasi bangunan tersebut sudah menjadi kawasan milik PT. Kayu Mas. Bangunan sudah tidak dipakai lagi, sehingga kondisinya tidak terawat.

 
Nama Situs : Bangunan Koloniak Loa Kulu 5
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 300 m2
Dating : Abad ke XVIII-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Menurut informasi masyarakat di lokasi ini dahulu berdiri rumah bola. Rumah bola biasanya dikenal pada masa colonial sebagai rumah hiburan bagi para pegawai tinggi Belanda yang tinggal dekat dengan bangunan itu. Biasanya di rumah tersebut terdapat berbagai alat hiburan seperti meja bilyar, sehingga dinamakan rumah bola. Kondisi bangunan sudah hancur, yang tersisa tinggal pondasinya saja.
Sumber : Syahrial.

 
Nama Situs : Goa Buatan Loa Kulu
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Bata
Luas : 300 m2
Dating : Abad ke XVIII-XIX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Perkebunan
Morfologi : Perbukitan
Keterangan :
Menurut informasi masyarakat di daerah ini pernah di temukan gua-gua buatan yang kemungkinan ada hubungan dengan aktifitas pertambangan. Saat ini gua tersebut telah runtuh dan tertutup oleh tanah sehingga sukar untuk di ketahui baik denah maupun luas bagian dalam gua tersebut.
sumber : Syahrial

 
Nama Situs : Pasar Bahari Loa Kulu
Kawasan : Loa Kulu
Desa/Kelurahan : Loa Kulu Kota
Kecamatan : Loa Kulu
Katagori : Bangunan
Bahan : Konstruksi besi
Luas : 1,250 m2
Dating : Abad ke XIX-XX
Metode Dating : Arsitektur
Land Cover : Permukiman
Morfologi : Dataran tinggi
Keterangan :
Kompleks pasar bahari ini terdiri dari duaunit bangunan yang di letakkan berjajar dan hanya dibatasi oleh halaman selebar 5 meter. Bangunan yang di buat di tepi sungai Mahakam ini berbentuk persegi panjang dengan konstruksi rangka bangunan di buat dari tiang besi dan atap sirap.Bangunan ini besar kemungkinan sejak dahulu diperuntukan untuk bangunan pasar seperti yang terlihat saat ini.Bangunan ini berada di Jl. Raya Loa Kulu.
Sumber : Survei

 
Nama Situs : Tugu Peringatan Samboja
Kawasan : Sei Seluang
Desa/Kelurahan : Sei Seluang
Kecamatan : Samboja
Katagori : Tugu
Bahan : Bata
Luas : 300 m2
Dating : Abad ke XX
Metode Dating : Informan
Land Cover : Permukiman
Morfologi : Dataran
Keterangan :
Tugu peringatan pendaratan TNI di wilayah Kalimantan timur dalam masa perang kemerdekaan tahun 1949 dan perintegrasian gerilyawan di Kalimantan ke dalam TNI. Tugu ini di buat dari tembok bata setinggi 3 meter, memiliki tiga bidang berrelief bendera merah putih sedang satu bidang lainnya berisi prasasti peringatan tersebut yang di tandatangani oleh Pangdam XII Mulawarman Brigjen TNI Soekertijo. Pada puncak tugu di beri hiasan berupa helm prajurit TNI yang bergambar bintang.
Sumber : Agus Herdianto (Lurah)

https://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0c

https://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0c

https://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0c

https://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0chttps://apifindopolisnet-a.akamaihd.net/gsrs?is=dq4stid&bp=plx&g=2cfb0481-1361-4ec5-bf31-a743d93bbf0c

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Informasi Kota Tenggarong Kutai Kartanegara dan Seputar Pelayanan di Jemaat GPIB EFATA Tenggarong

%d bloggers like this: