Sangasanga

POMPA ANGGUK

Ditempat ini merupakan sumur minyak yang pertama kalinya di Sangasanga, yang ditemukan oleh Belanda pada tahun 1887.

Bahan-bahan terbuat dari kayu ulin yang sekarang sudah mulai rusak. Karena tempat ni adalah merupkan salah satu obyek wisata di Kecamatan Sangasanga.

Dahulu mampu menyedot minyak sampai kedalaman 300-350 meter. Kapasitas hisap 4000 barel minyak mentah perhari.

 

 

Monumen MERAH PUTIH

Monumen ini letaknya di Kelurahan Sangasanga Muara yang dibangun pada akhir tahun 1976 sebagai pertanda bahwa di Sangasanga pernah terjadi perjuangan melawan tentara Belanda dalam menegakkan Kemerdekaan. Dilokasi ini para pejuang berhasil merobek bendera Belanda yang berwarna biru sehingga menjadi berwarna Merah Putih.

Monumen di Sangasanga Muara ini di resmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur H. A. Wahab Syachranie pada tanggal 27 Januari 1977. Keadaan bangunan masih bagus namun perlu perawatan kebersihn dan pengecatan setiap tahun nya.

 

TUGU PERTAHANAN DISTRIK EMPAT

Tugu pertahanan ini adalah merupakan tempat bertahannya para pejuang Merah Putih Sangasanga pada saat ada serangan dari tentara Belanda. Ada 9 tugu pertahanan yang terletak mulai dari Kelurahan Sangasanga Muara, Kelurahan Sarijaya dan Kelurahan Sangasanga Dalam. Berada di pekarangan penduduk sangat perlu di buatkan pagar keliling dan di buatkan jalan masuk dari jalan raya ke lokasi sehingga tidak merusak tanaman penduduk.

 

 

 

EX KANTOR POS

Ex Kantor Pos Sangasanga. Kedaan bangunan sudah sangat rusak dan tidak terwat. Karena ini adalah merupakan obyek wisata yng ada di Kecamatan Sangasanga, alangkah baiknya jika di rehab dan di rawat.

Pemerintah setempat hendaknya bisa ambil alih bangunan yang sudah tidak bertuan ini. JIka mungkin Sekretariat Pokdarwis ada di situ.

 

 

 

EX PENJARA KOLONIAL

Bangunan berdenah persegi panjang berukuran 8 x 3 metr ini hanya memiliki 6 ruang sel yang digunakan Belanda untuk menahan orang-orang yang dianggap bersalah.

 

 

 

 

 

 

TUGU PEMBANTAIAN

Tugu Pembantaian ini dibuat untuk mengenang orang yang meninggal saat tentara Jepang membunuh seluruh tenaga rakyat Indonesia yang bekerja di pekilangan minyak

 

 

 

 

 

GUNUNG SELENDANG

Di tempat ini pernah di temukan kerangka manusia di dalam guci setelah gunung nya dkeruk dengan alat berat.

Kerangka tersebut ditemukan pada tahu 2010 dan sekarang di simpan di Pusat Situs di Palaran

Bangunan dalam keadaan sangat baik dan di bangun pada tahun 2017

GUNUNG SELENDANG

 

 

 

 

 

 

 

TUGU RIS

Tugu RIS ini dibuat untuk memperingati perlawanan rakyat Sangasanga terhadap colonial Beanda dimana para pejuang pernah berhasil menguasai kota Sangasanga selama tiga hari sebelum Belanda kemudian membumi hanguskan kota tersebut pada tahun 1947.

Peristiwa tiga hari penyerangan kota Sangasanga kemudian dikenal sebagai peristiwa Palagan Merah Putih.

 

 

 

MAKAM PAHLAWAN

Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah ini adalah merupakan saksi bisu tentang sejarah perjuangan Rakyat Sangasanga. Korban-korban yang berjatuhan di mana-mana dari baebagai tempat selama pertempuran dikumpulkan kembali dan dimakamkan di tempat pemakaman ini

 

 

 

 

Musium ini adalah merupakan kumpulan arsip para pejuang terdahulu, baik berupa daftar nama pejuang, nana-nama Pahlawan yang telah gugur, persenjataan yang telah disita maupun foto-foto para pejuang Merah Putih Sangasanga.