PANTUN

KOCENG KOROS
Koceng koros makan dipapan
Makan berulam dipapan jati
Bukan koros karena tak makan
Koros menggenang si jantong hati 
Koceng koros mandi dirakit
Rakit betihang haor merindu
Bukan koros karena penyakit
Koros karena menanggung rinduKoceng koros duduk dipantai
Parak ia pula batu seberang
Badan koros niat tak sampai
Menggenang kakak dirantau orang

Anak koceng mati berenang
Mati berenang didalam sumur
Niat hati hendak bedatang
Endengar maskawin mundur teratur

Beli selasih dalam pedati
itulah pandan dibawa arus
Jangan suka bersusah hati
Itulah badan menjadi koros

Koceng koros mandi dipapan
Papan Ia dari si kayu soah
Bukan koros karena tak makan
Koros mengingat kakakku jaoh

Taus api digunung ledang
Niat hati selagi bujang
Abu-abunya kutampi jua
Balu-balunya kunanti jua

Lihat Ia koceng duduk bedongkong
Duduk bedongkong dipinggir pantai
Niat hati memeluk gunung
Apa daya tangan tak sampai

PUTUS LARANGAN
Anak tikus mati berenang
Mati berenang luan perahu
Tidak putus hati menggenang
Orang digenang si tidak tahu

Laja rintak mayang sgutus
Buah jemang didalam peti
Aku mintak kata yang putus
Supaya senang didalam hati

Kalau runtuh kota melaka
Papan dijawa aku rebahkan
Kalau sungguh macam dikata
Badan dan nyawa aku serahkan

Kolakak pulau melintaang
Disana odah enjala hudang
Matanya galak seperti binatang
Endik bosan aku memandang

Anak cina membeli bawal
Bawal dibeli dengan talinya
Adik umpama barang dibeli
Berapa harganya kanda embelinya

Bukan tidak aku katakan
Pena-pena didalam dulang
Bukan tidak aku katakan
Badan hina lagi seorang

Tamat surat tamat ditulis
Tamat kepada malamnya kamis
Datang suratku ditengah mazlis
Mintak disembunyikan tari yang manis

Beringin tumbuh dipulau
Mati dilandak si anak badak
Ingin hati hendak bergurau
Takut orangnya si mandik endak

HERMIN
Balik papan jembatan papan
Kota Tenggarong jembatan besi
Kalau teringat diwaktu malam
Anak Tenggarong sudah menanti

Empat lima guriding patah
Patah sebuah buang kekali
Empat lima kutanding sudah
Itu jua ketuju hati

Kehimba burung merpati
Bersuluh api dibatang pisang
jika bercinta tahankan hati
Kirimkan rindu diburung terbang

Empelam tumbuh dipadi
Patah sedahan dibuang jangan
Cinta adik sudahla pasti
Sedikitpun tidak kakak lupakan

Dari perak membeli jarum
Berlayar lalu nuju kuala
Jangan diharap untung yang belum
Susah tergenggam terlepas pula

Singapura kersik berderai
Tempat ketam lari berlari
Air mata jatuh berderai
mengenang untung badan sendiri

Berlayar keteluk betung
Anak bogor mencari tiram
Apa kuharap kepada untung
Perahu bobos menanti karam

Dari bandar ke-pulau Pinang
Anak jepang menunggang kuda
Tidak sesaat badanku hilang
Asal bersama engan kakanda

TERANG BULAN
Terang bulan karau-karauan
Hantu berjalan si laki bini
Kalau tidak karena tuan
Masakkan adik sampai disini 

Terang bulan terang benderang
Banyak orang berjalan kaki
Mana hatiku tidakkan girang
Karena abang ada disini

Jangan selalu adik termenong
Bisa adik rindu dan lara
kalau adik selalu menggenang
Bisa nanti menjadi gila

Ajong seman bepangkat jaksa
Nak bepangkat menjadi letnan
kakanda teman jangan dipaksa
Buang dikiri sambut dikanan

Terang bulan terang dikali
Air laut banyak bekarang
kalau tuan rindu dihati
Kirimkan salam dibulan terang

kalau adik sudahla taahu
apakah adik ingin bejumpa
Boleh bepesan diangin lalu
Setiap saat jangan dilupa

Kalau sudah menjadi gila
bagaimana endia uwatnya
Kalau sudah rindu segala
Betemu muha itu uwatnya

Pulau pandan jauh ditengah
Dibalik pulau si angsa dua
hancur badan dikandung tanah
Budimu baik ku genang jua.

KAPAL BERLAYAR
Kapal berlayar tengah lautan
Naik bendera setengah tiang
Lagi ia jaoh dah kelihatan
Siapa gerangan itu yang datang

Pisang emas bawak belayar
Simpa ia padi didalam peti
utang ia emas dapat dibayar
Utang ia budi dibawa mati

Kalau ada sumur diladang
Bolehkah saya menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Boleh ia kita berjumpa lagi

Kapal berlayar teengah samudra
Ditiup angin dari belakang
Kesal ia hati tidak terkira
Ada kabar kakanda datang

lambaian anak-anak benuak
Dibalas oleh si-anak bahau
Selamat tinggal kakak beertulak
Untuk mencoba pergi merantau

Kalau ada coincinku patah
Jangan dibuat didalam peti
Kalau ada kata ku salah
Jangan disimpan didalam hati

Sudah jaoh jangan berlayar
Masih ada lambaian tangan
Sudah lawas endik ada kabar
kasih yang jaoh jangan harapkan

Apaku alak memancing peda
Lebih ia baik cari umpannya
Apaku alak menunggu dia
Lebih baik cari gantinya

 TANJUNG SELERONG

  • Selerong gunungnya malang
  • Betimbangan tanjung keladi
  • Buah hati belum ia datang
  • Hatiku sedih menjadi-jadi
  •  
  • Mengantok rasa mataku
  • Ada kain kelambu tidak
  • Endak hancur rasa hatiku
  • Ada bepesan datangnya tidak
  •  
  • Selasih tumbuh dibatu
  • Mari dibuat merasi kain
  • Selagi kasih memang begitu
  • Sebabnya belum dapat yang lain
  •  
  • Jeruju dengan durinya
  • Pekat laki bantaian kain
  • Memang setuju dengan dirinya
  • Hakekat hati tidak belain
  •  
  • Tanjung selerong banyak bebatu
  • Pihak hilir airnya lenong
  • Hati bengong isak tersedu
  • Siang malam aku menggenang
  •  
  • Hendak behuma dipandang resak
  • Padi ditanam sambil mengasak
  • Kiamat dunia alampun rusak
  • Kiamat hati dadaku rusak
  •  
  • Ratna wilis menjala ikan
  • Ikan dijala dikolam jati
  • Apa jua adek tangiskan
  • Inilah kakak hadir menanti
  •  
  • Ada perahu lembat dipaling
  • Mana sama bahannya jua
  • Ada bau lekat dikain
  • Mana sama dirinya jua

ULAK-ULAK

  • Ulak-ulak tepian ulak
  • Ulak gelunggung silimau manis
  • Kakak segera akan bertolak
  • Adik yang tinggal jangan menangis
  •  
  • Kalau membantai sikain putih
  • Ditiup angina bisa terebang
  • Kalau pandai meniti buih
  • Selamat badan sampai seberang
  •  
  • Kalau nanam kembang sepelir
  • Menanam kembang ditengah sawah
  • Kalau mandi dihilir-hilir
  • Kalau berkata dibawah-bawah
  •  
  • Jalan-jalan keujung kampong
  • Hari panas terbuka tenda
  • Biar banyak gadis kampong
  • Tidakkan sama adikku jua
  •  
  • Ulak yupa berputar-putar
  • Angina betiup gelombang besar
  • Kakak bertolak hanya sebentar
  • Harus ia adik menanti sabar
  •  
  • Ulak besar jaoh dilaut
  • Asa samap di tengah rapak
  • Kuman diseberang dapat dilihat
  • Gajah dimata tapi tak tampak
  •  
  • Kemana kancil akan dikejar
  • Kedalam pasar coba ia cari
  • Ketika kecil rajin belajar
  • Sesudah besar senang ia diri
  •  
  • Jalan-jalan ke Loa Kulu
  • Hendak hanyut ke Loa Buah
  • Kalau saudara kepingin tahu
  • Lagu ini lagu Daerah

RINDU MALAM

  • Rindu malam ini lagunya
  • Dinyanyikan oleh gadis sedulang
  • Hati rindu mana tujunya
  • Tidur malam tergenang-genang
  •  
  • Lagu ini sirindu malam
  • Dinyanyikan sambil menimbun dupa
  • Sudah lama menaorh dendam
  • Sampai mini endik bejumpa
  •  
  • Mas merah kesuma ratu
  • Hilir ke-banjar mudik beritu
  • Ingat-ingat akan suratku
  • Bantal guling ganti diriku
  •  
  • Ribu-ribu dipinggir jalan
  • Tanam dibelakang si kunyit temu
  • Kalau rindu lihat ia bulan
  • Disitu cinta dapat betemu
  •  
  • Sebentulung airnya habang
  • Tempat bermandi anak tingkilan
  • Mana hatiku tak kan girang
  • Karena sudah dapat kenalan
  •  
  • Sebentulung airnya habang
  • Odah bekumpul si rumput kumpai
  • Tertidur malam tergenang-genang
  • Air mata gugur berderai
  •  
  • Mas merah kesuma ingsun
  • Pudak melati cempaka susun
  • Biar ditepas biar disabun
  • Masakan hilang baunya harum
  •  
  • Dodol maskat haloa takti
  • Ketiga dengan sisagon telor
  • Sudah kuingat didalam hati
  • Roh adindaku bawak tidur

YA ALLAH SAYANG

  • Dari jedah bejalan kaki
  • Singgah sekarang embeli kacang
  • Adakah sudah endengar kabar
  • Adinda sudah dipinang orang
  •  
  • Gajah minak ikan dijawa
  • Tujuh hasta panjang gadingnya
  • Mas merah timbangan nyawa
  • Dikota ini sukar bandingnya
  •  
  • Ini surat kakak yang kusut
  • Datang menghadap adik yang patut
  • Kalau sudi adik menyambut
  • Kalau tak sudi buang kelaut
  •  
  • Dua tiga benua ku langkah
  • Patah ditijak sia anak bai
  • Dua tiga ginggung ku patah
  • Datang kesini bepatah hati
  •  
  • Patah bilah dihimba besar
  • Patah ditijak si-malin sidi
  • Baru sekarang mendengar kabar
  • Rasa hancur didalam hati
  •  
  • Aji gedeh berumah batu
  • Dilaut lanting si aji Ningrat
  • Kalau adik mendapat baru
  • Pesan kakak harus diingat
  •  
  • Anak koyok menyalak babi
  • Babi tersalak tedong belingkar
  • Endak tulak si mandik jadi
  • Tekenan guna si ampar tikar
  •  
  • Pulau lanting jauh kelaut
  • Betimbangan pulau derawan
  • Pinggang ramping bagai diraut
  • Memboang limbai memberi rawan

BUAH-BUAHAN

  • Buah saoh mangga-mangganya
  • Putrid mandi dalam jembangan
  • Biar jaoh rumah tangganya
  • Hilang dimata dihati jangan
  •  
  • Nyiur tindan kelapa tindan
  • Aku tindankan kelimau manis
  • Kakak berangkat mencari makan
  • Adikku tinggal jangan menangis
  •  
  • Apa kualak merakit padi
  • Anak tunjung banyak padinya
  • Apa ku alak besakit hati
  • Lindung tanjong ada gantinya
  •  
  • Sakit polek meruyan batu
  • Pusuk kundur aku paiskan
  • Sakit polek menanggung rindu
  • Kilat dan guntur aku tangiskan
  •  
  • Jangan dipahat batang kelapa
  • Masakan pandan tumbuh didarat
  • Turut nasihat ibu dan bapa
  • Supaya badan jadi selamat
  •  
  • Jangan adik makan mengkudu
  • Endia ku putikkan di Kutai Lama
  • Jangan ia adik nangis tersedu
  • Kakak betulak tiada lama
  •  
  • Apa dijerok asam belimbing
  • Daun tegarong diputar ulak
  • Apa dijengok ditebok dinding
  • Anak Tenggarong mudik betulak
  •  
  • Apa dirojak daun keladi
  • Tambah cekor dengan lengkuas
  • Apa dialak besakit hati
  • Dunia lebar alampun luas

BANTAL BASAH

  • Bantal basah geguling basah
  • Basah tegugur di air bersih
  • Hati kesal bertambah gelisah
  • Karena terpisah dengan kekasih
  •  
  • Keranji dikanan jalan
  • Ubur-ubur se inggan dua
  • Sudah berjanji berpegangan tangan
  • Satu ia kubur bermesan dua
  •  
  • Kalau takut dirongkop munsang
  • Jangan berani menangkap tupai
  • Kalau takut dilembur pasang
  • Jangan berumah dipinggir pantai
  •  
  • Malam tadi bermimpi bulan
  • Bulan diatas angkasa tinggi
  • Malam tadi bermimpi tuan
  • Tuan dikanan saya dikiri
  •  
  • Kalau pisang sama puhunnya
  • Jangan serai batang keladi
  • Kalau bisa dengan bisanya
  • Jangan bercerai barang sehari
  •  
  • Gasilo gandengan dua
  • Hi dikanan senang dikiri
  • Mana hati takkan gila
  • Melihat sojen ada dipipi
  •  
  • Jika tuan menanam kunyit
  • Jangan ditanam parak jerami
  • Kalau memandang bintang dilangit
  • Jangan lupakan rumput dibumi
  •  
  • Manok ngeram diatas para
  • Putri memanah si burung dara
  • Apa diharap didalam cinta
  • Permainan urang dalam dunia

SENGATA

  • Kampung sengota dipinggir laut
  • Tempat bediam bermacam suku
  • Kampong sengata tetap ku ingat
  • Meskipun kami jauh dihulu
  •  
  • Ambilkan parang dipulau yupa
  • Burung nuri pohon mengkudu
  • Kalau jarang kita berjumpa
  • Lamun hati kita ia bersatu
  •  
  • Ribu-ribu bigik nagkaku
  • Cincin permata jatuh dilobang
  • Kalau rindu sebut namaku
  • Air mata jangan dibuang
  •  
  • Ambil kertas pemintal benang
  • Benang dipintal dipulau yupa
  • Kakak yang jauh jangan digenang
  • Sekarang lagi akan berjumpa
  •  
  • Burung pipit dari seberang
  • Burung merpati terbang melayang
  • Orang yang jauh jangan digenang
  • Kalau digenang jadi impian
  •  
  • Tanam serai merimbun daun
  • Burung nuri burung kayangan
  • Walau bercerai beribu tahun
  • Cerai dihati kepintak jangan
  •  
  • Cincin permata jatuh dilobang
  • Jatuh dilobang dimakan pipit
  • Air mata jangan dibuang
  • Supaya jangan jadi penyakit
  •  
  • Encik amat pandai mengamuk
  • Pandai mengamuk diluar kotam
  • Hendak berpesan kepada nyamuk
  • Nyamuk tiada pandai berkata

BUAH BOLOK

  • Buah bolok keranji papan
  • Layaran anak keindera giri
  • Hilang mabok berahi datang
  • Kemana tempat membuang diri
  •  
  • Jentanek gunung senekai
  • Pucuk pisang layu-layuan
  • Lagi renik perayakkan
  • Sudah besar bermalu-maluan
  •  
  • Kalau mudik kekampong marah
  • Pegi jua ketuana tuha
  • Kalau suka behati marah
  • Urang pemarah si-cepat tuha
  •  
  • Jangan asek memutik hara
  • Buah hara jatuh kelompor
  • Jangan asek behati lara
  • Akibatnya endia membawa umur
  •  
  • Anak leso mati berenang
  • Mati berenang diluan langkan
  • Mati bok hawai kugenang
  • Mati kekasih hawai ku makan
  •  
  • Kembang jepun kembang cupila
  • Mari ditaroh didalam boket
  • Minta ampun dan minta rela
  • Dari dunia sampai akhirat
  •  
  • Marilah etam memetik hara
  • Parak puhun kembang melati
  • Marilah etam riang gembira
  • Jangan asek besusah hati
  •  
  • Merilah etam jalan perlahan
  • Minum di sumur betutup kajang
  • Marilah etam mohon ketuhan
  • Supaya diberi umur yang panjang

ULAK TAPANG

  • Lagu ini si ulak tapang
  • Dinyanyikan oleh anak Tenggarong
  • Siang malam aku menggenang
  • Ditunggu-tunggu mandik ia datang
  •  
  • Cerminku kurinca-rinca
  • Tutuk padi usar entahnya
  • Tepok dada mukaku cahya
  • Nyawanya melihat ingin betanya
  •  
  • Sakit poleknya behuma himba
  • Turun jerumpah naik jerumpah
  • Sakit polek bebini dua
  • Turun bersumpah naik bersumpah
  •  
  • Tikus mendok bebaju lakan
  • Turun tepian pakai kecapi
  • Biar tunduk kelain mata
  • Kesitu jua setuju hati
  •  
  • Pisang rutai masak bejuntai
  • Pisang mehuli masaknya manis’
  • Aku duduk mengitari intai
  • Sambil duduk aku menangis
  •  
  • Jangan ditebok batangnya terong
  • Puhun terong bisa gatalan
  • Jangan tampakkan anak digendong
  • Urang nyebut masih bujangan
  •  
  • Cancian burung cancian
  • Tempang kakinya burung tempelatok
  • Kalau ada belas kasihan
  • Kirimi kupi barang semangkok
  •  
  • Taus apa ditanjong itu
  • Taus api urang merawai
  • Apa putih digelong itu
  • Kembang melati dan kembang rampai

 INDUNG-INDUNG

  • Indung-indung lagu di Bontang
  • Lagu waktu menangkap ikan
  • Hati bengong lagi menggenang
  • Menggenang anak tingkilan
  •  
  • Ketutut burung ketutut
  • Turun ketananh mematok padi
  • Apa gerangan yang adik tuntut
  • Sebutkan saja akan kucari
  •  
  • Biar banyak kuda dipadang
  • Masakan sama kuda diaceh
  • Biar banyak muda dipandang
  • Mana kan sama muda kekasih
  •  
  • Encik amat menikan gamat
  • Gamat tertikam belakang pari
  • Biar lambat asal selamat
  • Gunung dikejar masakan lari
  •  
  • Selasih patah pampangnya
  • Mari ditaruh dalam perahu
  • Kalau kasih apa tandanya
  • Aku ini kepingin tahu
  •  
  • Indung-indung aku nyanyikan
  • Diwaktu sedang duduk menyulam
  • Memang kakak ada bepesan
  • Aku datang diwaktu malam
  •  
  • Sudah tahu jembatan licin
  • Kenapa jua naik kereta
  • Sudah tahu badan ku miskin
  • Kenapa jua menaruh cinta
  •  
  • Anak itik anak angsaku
  • Tangkap seekor si burung dara
  • Rasa itik air mataku
  • Jauh pada sanak saudara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Informasi Kota Tenggarong Kutai Kartanegara dan Seputar Pelayanan di Jemaat GPIB EFATA Tenggarong

%d bloggers like this: