BELULUH

BELULUH

Riwayat upacara Adat Beluluh berasal dari riwayatnya yang terjadi di Tanjung Ruana Kutai Lama tahun 1300, dimana terjadinya muncul seorang bayi perempuan di permukaan air sungai Mahakam yang pada waktu itu bayi berada di atas balai yang terbuat dari bambu kuning beralaskan kain kuning, balai tersebut timbul dari dalam air ke permukaan air sungai Mahakam yang dijunjung oleh dua ekor Lembu Swana.

Balai dan Lembu Swana tersebut dijunjung dua ekor Naga Jantan dan Betina dalam bahasa Kutai disebut Laki Bini. Bayi dimaksud ialah yang bernama Putri Karang Melenu permainsuri Adji Batara Agung Dewa Sakti Raja pertama di Kerajaan Kutai Kartanegara. Riwayat upacara Adat untuk pembersihan diri dimana diartikan sebagai seoraang bayi yang baru laahir, kepada yang diluluh diatas Balai.

Sejak berdiri Kerajaan Kutai Kartanegara, upacara Beluluh selalu di Adatkan, baik acara Erau, perkawinan maupun penyambutan tamu yang diseduaikan tatanan Adat menurut tingkat Kerabat Tamu dan lain-lainnya. Didalam upacara ini ada seorang Belian yang berperan mengucapkan Memang/Mentera-mentera memohon kepada Yang Maha Kuasa kiranya yang diluluh diatas balai mendapatkan keselamatan bijaksana dalam menjalankan tugasnya dan lain-lain.

Demikian riwayat singkat Upacara Adat Beluluh ini yang asal muasal keberadaannya sampai pada hari ini dilaksanakan oleh Kesultanan Kutai Kerta Negara Ing Martadipura.

Upacara Beluluh ini dilakukan kepada kepala kepala penguasa dalam pemerintahan atau kerajaan sebagai pembersihan diri, agar didalam menjalankan roda pemerintahan terlepas dari segala macam mara bahaya dan selalu mendapatkan rahmat dan lindungan dari Yang Maha Kuasa. Adapun kelengkapan Beluluh yang merupakan syarat utama dan mutlak ada, yaitu: balai yang terbuat dari bambu dan dialasi oleh kain kuning, dibawah balai terdapat tambak karang yaitu beras yang telah diberi beraneka macam warna yang ditaburkan dengan bentuk gambar binatang, kemudian disiapkan pula tepung tawar yang terdiri dari beras kuning, mayang, ikatan ketikai lepas yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Setelah prosesi Beluluh dilaksanakan maka para kerabat keraton serta undangan yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk mebersihkan diri dengan mengusapkan air bunga yang telah diberi doa keselamatan ke bagian wajah atau badan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s