MENJAMU BENUA

MENJAMU BENUA

Menjamu Benua adalah upacara sebagai pemberitahuan kepada Yang Maha Kuasa (dahulu kepada dewa-dewa penguasa alam) bahwa raja/sultan akan melakukan pesta rakyat dengan memohon keselamatan.

Menjamu Benua dilaksanakan oleh Kesatuan Belian, yaitu mengundang sengiang-sengiang dan kemumulan-kemumulan yang jumlahnya sekitar 37 orang, untuk memberitahukan akan dimulainya Upacara Erau, agar mendapat restu.

Sebelum dewa melakukan prosesi Menjamu Benua, terlebih dahulu memohon restu dari Paduka yang mulia Kanjeng Pangeran Adhi Ario Salehoeddin Kartanegara dengan maaksud supaya diberikan berkah dan keselamatan pada saat prosesi Menjamu Benua.

Prosesi Menjamu Benua, dilakukan beberapa hari sebelum Erau dimulai, yaitu melaksanakan upacara di 3 tempat yaitu, di Kepala Benua (Kampong Mangkurawang), Tengah Benua (depan Keraton Kutai Ing Martadipura), dan Buntut Benua (Kampong Timbau). Pada pelaksanaan Menjamu Benua dilakukan upacara Bebelian, dimana acara ini dilengkapi dengan peralatan Juhan, Telasak, Rumbai dan Stelan pakaian orang yang akan di Eraukan. Sedangkan waktu pelaksanaan dari pagi hingga sore hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s