MEREBAHKAN AYU : Merebahkan Ayu ini didahului oleh sawai oleh seorang Pangeran yang tertua. Dilakukan kebalikan dari upacara Mendirikan Ayu. Kain Cinde dan Tali Juwita diulur dan Tiang Ayu direbahkan sampai berbaring di atas bantak (bantal) Kesturi.

Direbahkan sebanyak tiga kali dengan beramai-ramai meneriakkan “Yah-yah, Yuh-yuh”, kemudian setelah Ayu sungguh-sungguh rebah maka Dewa pun menyembah (menaikkan) Leman. Ayu telah direbahkan menandai berakhirnya acara Adat Erau Tepong Tawar. Selesai Merebahkan Ayu, dilanjutkan dengan membaca do’a selamat dan tolak bala, kemudian silaturrahim saling memaafkan. Setelah itu Gong-Golong pun ditabuhkan. Upacara Adat Erau adalah warisan leluhur berupa Adat Istiadat yang wajib dilestarikan, dengan tetap b eriman kepada Allah Subhanaahu Wata’ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s